Scroll to top
Get In Touch
jajumedia@gmail.com

Eye Level, Istilah yang Harus Kamu Pahami Sebagai Jurnalis Televisi

Sewaktu saya repost foto dari Mas @anggoromukti yang ini, banyak sekali yang tanya, kenapa posisi kaki saya harus seperti itu. Sebagian besar menertawakan. Sisanya hanya dua orang yang benar menganalisa. Wajar, karena jarang orang paham.

Kamu bisa lihat wajah Kepala Desa Antong, di layar kamera. Sebelumnya, wajah beliau mendongak ke atas, sambil menjawab pertanyaan saya.

Kemudian Mas Ang bilang, “Vo, kepalanya dongak euy,”. Secara reflek, saya renggangkan posisi kaki menjadi seperti yang kamu lihat sekarang ini.

Photo by Instagram.com/RivoPahlevi

Posisi ini diperlukan agar narasumber sejajar dengan pewawancara. Tujuannya, agar di layar, narasumber menghadap ke arah yang benar, dalam bahasa kami disebut “eye level” yang sesuai dengan standar jurnalistik televisi.

Hal ini jarang terjadi, karena biasanya di program @indonesiaku7 kami melakukan wawancara sambil beraktifitas, atau duduk. Sekalinya wawancara berhadapan, biasanya narasumber saya tingginya sejajar.

Tapi dulu, sewaktu di Program Redaksi, hampir setiap hari saya lakukan ini, karena saya tidak perlu muncul di dalam layar ketika wawancara. Sehingga, saya harus menyesuaikan tinggi badan dengan narasumber agar pandangannya sejajar.

Ada pertanyaan? Tulis di kolom komentar.

Author avatar
Rivo Pahlevi
Jurnalis Televisi

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

We use cookies to give you the best experience.