In space! - Razvan Vezeteu
Berita

Press Release, Cara Cepat Membranding Instansi dengan Gratis dan Efek yang Fantastis

Tentunya udah tau kan kalau perusahaan maupun lembaga apapun pasti membutuhkan relasi terutama relasi yang erat dengan media massa. Bukan tanpa alasan tuh, relasi tersebut dibangun untuk memperkenalkan serta memperkuat nama perusahaan atau lembaga tersebut di mata masyarakat. Hal tersebut dikarenakan penyebaran informasi yang paling efektif adalah melalui media massa. Sudah banyak literatur yang bilang demikian ya.

Hampir semua jenis media dapat dijadikan patner kerja bagi awak kantoran. Khususnya awak kantoran yang tempatnya di divisi PR. Seperti media cetak, media elektronik maupun media online menjadi salah satu cara perusahaan atau suatu lembaga mempromosikan produknya secara gratis.

Tidak hanya itu, relasi dengan media massa sangat penting sebagai suatu media komunikasi antara suatu lembaga dan publiknya. Relasi dengan media atau biasa disebut media relations menjadi hal yang umum jika dibenturkan dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini.

Dalam konteks Indonesia saat ini, media relations sudah menjadi bagian penting dari sebuah perusahaan atau lembaga. Bahkan beberapa perusahaan atau lembaga yang mumpuni menjadikannya divisi sendiri yaitu Media Relations Officer (MRO). Salah satu tools dalam media relations adalah menggunakan siaran pers atau lebih dikenal dengan press release.

Pakar PR, Frank Jefkins menyatakan dalam bukunya yang berjudul Public Relations (1995:08) dan Periklanan (1997:275), fungsi media relations atau press relations adalah menyiarkan atau mempublikasikan seluas-luasnya informasi PR guna menciptakan pengetahuan dan memberi pengertian bagi publiknya.

Pada dasarnya pembuatan press release dikemas sama seperti berita pada umumnya. Jika perusahaan tersebut memiliki situs web sebagai tempat mempublikasikan kegiatan dan capaiannya, maka jenis tulisannya sama dengan itu. Secara umum pembuatan press release menggunakan piramida terbalik. Bagi yang udah mengenal dunia jurnalistik, pasti tahu kan metode ini.

Yap, piramida terbalik adalah metode penulisan berita yang meletakkan hal terpenting di bagian atas atau paragraf pertama dan lead (teras berita). Secara umum beberapa aspek yang harus ada dalam press release adalah 5W+1H. Rumus ini rumus yang sangat familiar bukan?.

Penulisan dengan gaya piramida terbalik ini juga punya banyak manfaat lho. Apalagi bagi penulis pemula, karena ini adalah gaya yang sangat standart. Dengan menggunakan gaya ini, pembaca dapat langsung mengambil intisari dari berita tersebut. Misalnya nih, memberitakan tentang prestasi siswa dalam sebuah sekolah. Bisa langsung dijelaskan siswanya menang juara berapa, lomba apa dan lombanya tingkat apa. Bisa juga ditambah dengan berapa banyak lawan yang dikalahkan di perlombaan tersebut. Beberapa hal itu dapat menarik media untuk membaca karena bagian paling atas sudah menjelaskan kebutuhannya.

Contoh penulisannya nih:

Perjuangan santri Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) Malang yang mewakili Indonesia untuk tampil dalam lomba debat bahasa arab internasional di Doha-Qatar, 7 – 11 April 2018 berujung manis. Dalam kontes debat bertajuk 4th International School Arabic Debating Championship itu, tim Tazkia IIBS Malang berhasil meraih Juara I Lomba Debat Katagori Penutur Asing. Tim tersebut beranggotakan Aftina Zakiya Wafda, Shofiah Ahmad Dzaky, Nuriya Lailatus Sakinah, dan Aqidatul Izza.

————-

Dalam contoh berita diatas, penulis sudah menjelaskan bahwa Tazkia IIBS Malang meraih juara I  dalam lomba debat bahasa arab di Qatar. Mengapa demikian, karena redaksi media tidak memiliki banyak waktu untuk membaca secara utuh berita yang disajikan. Sekiranya di judul dan paragraf pertama tidak menarik, maka press release yang dikirimkan akan masuk dalam sampah redaksi.

Memang banyak gaya yang bisa dipakai dalam penulisan press release. Bahkan dalam beberapa kasus, jika penulis sudah berpengalaman tidak perlu menggunakan gaya penulisan tertentu. Keuntungan lain yang didapat menggunakan gaya penulisan piramida terbalik yakni berita yang terpotong adalah bagian yang tidak penting.

Dengan model yang bagian atas adalah yang paling penting dan yang paling bawah adalah informasi tambahan, maka tidak masalah jika berita bagian bawah dihapuskan. Jika berita yang dikirimkan melebihi jumlah karakter media yang bersangkutan, maka redaksi akan menghapus bagian paling bawah. Perusahaan atau lembaga terkait tidak perlu khawatir dengan pengahapusan bagian berita tersebut, karena jika bagian paling bawah tidak ada maka tidak masalah untuk tidak diketahui publik.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menulis press release. Pemilihan redaksi kata di judul menggunakan kata positif atau aktif. Bukan kata negatif. Dalam pembuatan beritanya, hindari kata-kata yang panjang karena kolom surat kabar sempit. Perhatikan kembali efektifitas kata yang digunakan.

Press release yang ditulis sebaiknya yang penuh dengan fakta bukan pandangan. Berhati-hatilah dengan ejaan nama orang, karena akan berakibat fatal jika terdapat kesalahan pada nama lengkap maupun gelar serta jabatan yang bersangkutan.

Jauh lebih penting dari itu, sebaiknya praktisi PR juga sering melakukan pengamatan pada beberapa media yang menjadi sasarannya untuk dijadikan media patner. Praktisi PR sebaiknya membaca surat kabar lokal dan nasional guna mempelajari gaya bahasa serta karakteristik tulisan. Tujuannya agar press release yang dihasilkan dapat bisa ‘sejenis’ dengan tulisan yang diterbitkan media massa.

Sementara itu aja kali ya yang bisa dibagi sekilas tentang penulisan press release.

————————————————-

Abdul Jalil Mursyid adalah
Humas Tazkia International Islamic Boarding School (IBBS) Malang.
Social Media: Instagram

Belajar Sabar di Era Jokowi

Previous article
avatar
Abdul Jalil Mursyid adalah Humas Tazkia International Islamic Boarding School (IBBS) Malang.

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *