Illustration by Anton Fritsler (kit8) for Kit8
FotoKameraQnA

QnA: Foto yang Aktual dan Bernilai

Daya tarik terbesar dalam berita tidak hanya pada judul atau tema yang diangkat, namun foto biasanya juga menjadi hal yang diperhatikan pertama-tama sebelum membaca judul dan isi.

Halo Jaju, pernah mendengar istilah fotografi jurnalistik? Kita sedang bersama Afifah Rachmawati atau lebih akrab dipanggil Fifi. Fifi akan bagikan many things about photojournalism. So, stay tune!

Apa itu Fotografi Jurnalistik?

Photojournalism atau Foto Jurnalistik merupakan salah satu bentuk dari medium dalam komunikasi visual. Komunikasi visual biasa kita temui di lingkungan sekitar. Misal, sebelum apel ke rumah si doi, kamu akan melalui lampu lalu lintas bukan? Lampu lalu lintas itu adalah bentuk komunikasi visual. Warna merah berarti berhenti, kuning bermakna hati-hati dan hijau merupakan simbol untuk jalan. Hal demikian merupakan bentuk dari penyampaian pesan yang ditandai dengan warna yang ditangkap oleh indra penglihatan kita. (Kunci dari komunikasi adalah pesan yang kita sampaikan dapat ditangkap oleh orang yang kita tuju).

Jadi, apa itu komunikasi visual? Ia merupakan sebuah cara untuk menyampaikan pesan dalam bentuk media penggambaran dan hanya ditangkap oleh indra penglihatan. Foto jurnalistik juga demikian, sebuah pesan yang disampaikan dalam bentuk foto untuk menyebarkan luaskan informasi mengenai sebuah kejadian/peristiwa melalui berbagai medium, salah satunya yakni media massa.

Foto dalam sebuah berita harus menjelaskan atau mendukung dalam tersampainya maksud berita pada pembaca. Foto dalam Fotografi Jurnalistik harus memiliki nilai. Secara teknis, foto-fotonya tidak boleh ada sentuhan digital imaging (atau editan manupulatif). Kecuali menambahkan brightness/contrast tidak masalah asalkan tidak mengubah esensi foto tersebut.

 

Herjunot Ali sedang membagikan merchandise kepada pengunjung pada saat Meet and Greet film The Doll 2 di Marvell City, Surabaya (29/07/2017).

Apa bedanya dengan fotografi biasanya?

Yang pasti, foto jurnalistik itu on the spot atau biasa disebut juga spot photography. Sedangkan fotografi lainnya banyak banget macamnya seperti food photography, street photography dan sebagainya yang sifatnya life time. Artinya, bisa “dikonsumsi” kapanpun. Fotografi Jurnalistik itu, kuncinya adalah aktualitas. Juga harus selalu ada kebaruan dan keluarbiasaan. Hal ini untuk membuat orang tertarik dan menangkap pesan dengan baik.

Selain itu, harus dipikirkan juga impact ke depan setelah foto tersebut di-publish. Misal, dalam aspek sosial budaya, politik, ekonomi, dsb. apa dampaknya. Sedikit tips, dalam sebuah foto jurnalistik juga musti ada proximity atau kedekatan. Makin dekat foto yang di ambil dengan inti berita yang diberitakan, semakin bernilai pula foto tersebut.

Dalam sebuah foto jurnalistik, apa sih hal yang harus benar-benar diperhatikan?

Hal yang mesti diperhatikan benar-benar dalam sebuah fotografi jurnalistik adalah etika foto jurnalistik. Seperti: Penggunaan foto untuk kepentingan sebuah produk tertentu baiknya berdasarkan persetujuan terlebih dahulu. Selain itu, pengambilkan foto harus berdasarkan kejadian yang sesungguhnya dan tidak memanipulasi serta mengaburkan fakta.

Secara teknis mungkin harus memperhatikan komposisi ya. Tapi jangan khawatir bagi pemula, komposisi ini bisa dilakukan dengan learning by doing.

Foto seperti apa yang menjadi standar dalam Fotografi Jurnalistik?

Foto yang bisa menjelaskan 5W+1H. Atau mungkin juga beracuan pada berita yang ditulis. Dalam rapat redaksi biasanya ditentukan, akan mengangkat tentang apa hingga angle yang seperti apa. Seorang fotografer harus mampu menafsirkan ke dalam bentuk visual.

Chicco Jerikho dan Rio Dewanto saat konferensi pers sebelum pemutaran film Filosofi Kopi 2 di Surabaya (08/07/2017).

Seandainya belum punya kamera DSLR atau Mirrorless, bisa nggak memaksimalkan HP kita?

Bisa banget dong! Apalagi sekarang era citizen journalism. Semua orang bisa menjadi jurnalis. Yang dikejar di era ini salah satunya adalah aktual. Peristiwa kebakaran misal. Kebakaran ini terjadi di RT-mu. Kalau nunggu jurnalis media massa datang, kan lama ya. Maka, aktualitas foto dengan kekuatan hengpon jadul pun akan mengalahkan foto dari jurnalis media yang datang setelah kebakaran selesai. Karena apa? Inilah yang disebut, momen. Momen tidak akan bisa diulang kembali. Namun yang harus dipahami juga ketika seseorang menjadi citizen journalism adalah literasi visual agar foto yang dipublikasikan memiliki nilai berita juga.

Namun dalam sebuah foto jurnalistik, seorang fotografer tidak boleh menegasikan (menyampingkan, red) aspek kemanusiaan. Pada peristiwa bencana misal. Jikalau ada korban yang butuh bantuan, harus ditolong. Jika harus memfoto, lakukan dulu, kemudian menolong. Pada akhirnya, kewajiban sebagai seorang fotografer selesai dan kewajiban sesama manusia pun juga terjalankan. 🙂

LINE Indonesia mengundang Kadek Arini (Travel Blogger) dan Bayu Skak (Creative Content Creator) dalam acara Seminar “Every Success Needs a Starting Line.” Acara dilaksanakan di Vargo Kitchen, Malang dan dihadiri sejumlah mahasiswa (20/09/2017).

Seberapa penting adanya foto dalam sebuah berita?

Fotografi Jurnalistik begitu penting dalam sebuah berita. Karena ia adalah communicating news melalui unsur visual yang dibangun. Kemudian sebagai penarik minat pembaca. Daya tarik terbesar dalam berita tidak hanya pada judul atau tema yang diangkat, namun foto biasanya juga menjadi hal yang diperhatikan pertama-tama sebelum membaca judul dan isi.

Menurutmu, dengan menjamurnya media massa saat ini, apa sih yang kurang dalam aspek foto?

Mungkin pada etika yang kurang diperhatikan ya. Misalkan pada peristiwa bencana, mengambil gambar yang menunjukkan kondisi korban-korban yang tertimpa bangunan, tenggelam dan sebagainya secara langsung. Ini musti diperbaiki. Masyarakat harus mengerti perlahan-lahan bagaimana etika menyebarkan foto di era digital yang serba cepat ini. Karena kasian korban dan juga keluarganya.

 

Fifi adalah Freelance Photographer dan Lecturer’s Assistant Journalistic Science of UMM.
Social Media: Instagram

 

Referensi:

Journalism In America an Introduction to The News Media – Thomas Elliot Berry
PERATURAN DAN ETIKA FOTO JURNALISTIK
Photojournalism 101 – CONTRASTLY

Seni Menjadi News Anchor

Previous article

Teknologi yang Makin Maju atau Kita yang Mundur?

Next article
Afifah Rachmawati
Freelance Photographer dan Lecturer’s Assistant Journalistic Science of UMM.

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *