Illustration by Connor Brandt
Tips

Seni Menjadi News Anchor

Nah ini! Banyak yang mengira asal masuk jurusan Ilmu Komunikasi lulusnya pasti bisa jadi news anchor.

Di tengah kebisingan suara ibu dari dapur tentang harga sayur dan ikan di pasar yang makin naik. Dari ruang tengah juga terdengar suara TV yang tak kalah nyaringnya. Dua orang berjas rapi menghiasi layar kaca. Membacakan berita-berita terkini.

Siapa yang tak tahu profesi tersebut menyimpan banyak cerita dibalik layar apiknya. News anchor, demikian biasa disebut, selalu memberikan sentuhan manis pada berita kriminal atau bahkan korupsi yang dibawakan. Dengan bersuara bulat dan khas, news anchor berhasil membuat beberapa penontonnya bermimpi dapat memiliki profesi tersebut dan menjadikannya sebagai “Dream Job”.

Sah-sah saja bila memiliki pekerjaan impian dan cita-cita sebagai jurnalis. Hanya saja, banyak orang yang keliru dalam mewujudkan keinginan tersebut. Dari sekian banyak pendapat, menurutku presenter atau news anchor adalah pekerjaan seni. Seni dalam berbicara, seni dalam berekspresi dan seni dalam nalar.

Mari kita telaah satu persatu. Seni berbicara, perhatikan saja para news anchor saat membacakan berita. Mereka menggunakan intonasi, suara diafragma, pola nafas dan berbagai tekhnik lainnya agar suaranya terdengar pas di telinga pemirsa.

Seni berekspresi, news anchor tak cukup sekedar membaca lead berita yang terpampang di telempromter (tulisan berjalan). Akan tetapi, seorang news anchor harus memahami tema setiap berita yang dibacakan. Pada saat dimunculkan berita sedih, pantaskah seorang news anchor membacakannya dengan senyum sumringah? Tentu tidak. Semua harus disesuaikan dengan porsinya.

Itulah mengapa, ekspresi sebagai suatu hal yang tak kalah penting.  Nah yang ketiga nih seni dalam nalar. Seorang news anchor dituntut memiliki nalar yang luas, harus cerdas, dan tanggap. Yaaps! Ini penting banget. Kenapa harus cerdas? News anchor sering kali diminta berbincang langsung dengan narasumber, makanya seorang news anchor alias jurnalis ini harus memiliki wawasan yang luas.

Kebanyakan news anchor mengakalinya dengan banyak membaca. Mengingat, berita yang disampaikan tidak hanya satu tema. Kadang ekonomi hingga politik. Kan lucu kalau sampai salah baca istilah.

Jadi ketika berbincang dengan narasumber para news anchor seperti tak ada hambatan apapun. Ia benar-benar sudah menguasai hal yang hendak dibicarakan.

Saya masih beranggapan jika banyak orang yang keliru dalam mencari jalan untuk mewujudkan “Dream Job” ini. Bukan tanpa sebab, terkadang seseorang memiliki impian untuk menjadi seorang news anchor tetapi tidak belajar “seni”  dalam news anchor.

News anchor ini bukan profesi yang sembarang orang bisa melamar. Jangan mengartikan pekerjaan ini dapat dicapai dengan cara mengambil kuliah di jurusan tertentu. Jangan menyamakan news anchor dengan profesi yang dapat dikejar pasti, misalnya dokter.

Bahkan untuk menjadi seorang news anchor tidak pernah ada batasan latar belakang jurusan pendidikan. Nah ini! Banyak yang mengira asal masuk jurusan Ilmu Komunikasi lulusnya pasti bisa jadi news anchor.

Pada nyatanya, untuk mewujudkan mimpi menjadi news anchor itu butuh keuletan untuk berlatih. Coba deh mulai berlatih berbicara di depan banyak orang, ya minimal nggak gugup ketika presentasi di kelas. Mulai talkative (fond of or given to talking) dengan banyak orang, belajar peka terhadap sekitar dan yang paling penting jangan bersikap masa bodoh.

Berlatih suara, sering mencari referensi dari news anchor terkenal atau news anchor idolamu agar lebih semangat belajarnya. Jangan lupa, wawasan itu perlu, seorang news anchor tidak hanya sekedar membaca tetapi ia harus tanggap dan cerdas.

Setelah mengetahui tekhniknya, banyak pula orang yang bertanya apakah menjadi seorang news anchor harus cantik atau tampan? Apa gunanya melatih talkative dan bersosialiasi?

Yaa pertanyaan-pertanyaan seperti itu kerap kali muncul. News anchor bukanlah profesi model, kamu tidak harus minder perihal itu. Akan tetapi, kata good looking dan camera face memang berlaku di profesi ini. Tetapi, sekali lagi good looking tidak harus cantik atau tampan. Coba bandingkan perempuan cantik akan tetapi penampilannya berantakan, dibandingklan perempuan biasa saja akan tetapi penampilannya rapi dan bersih, lebih nyaman mana dipandang?

Yaa dan kamu sudah tahu jawabannya. Nah, perihal news anchor mengapa harus belajar berbicara kepada banyak orang, karena menjadi news anchor bukan sekedar duduk di studio membacakan berita. Akan tetapi seorang news anchor juga dituntut untuk terjun ke lapangan mencari berita. Semua stasiun televisi saat ini memang mewajibkan hal tersebut, sehingga news anchor turut merasakan proses pencarian berita.

News anchor pun harus dapat melaporkan berita secara langsung dari tempat kejadian, harus dapat mengolah berita dan juga harus bersedia menjadi voice over (pengisi suara).

Terakhir, profesi news anchor ini sangat menyenangkan. Hal yang perlu diingat adalah jika ingin mewujudkan dream job ini kamu harus berhasil menakhlukan seni di profesi ini.

Jangan minder, belajar lebih keras, jangan takut gagal dan coba ngomong minimal berani mengikuti berbagai lomba news anchor untuk menguji kemampuanmu. Ketika kamu gagal, coba koreksi lagi apa yang salah dan apa yang perlu dibenarkan.

Lalu cari tahu letak kesalahanmu, perbaiki dan coba lagi. Jika kamu sudah memantapkan hati menjadikan news anchor sebagai dream job-mu, kejar terus!

Bekerja sesuai passion itu ibarat hobi yang dibayar. Kamu tidak salah jika terlanjur menyukai dunia news anchor. Percaya deh, profesi news anchor itu unik dan tak tergantikan.

Kenapa Publik Dirugikan Kalau Jurnalis Dijerat UU ITE?

Previous article

QnA: Foto yang Aktual dan Bernilai

Next article
Ilma Eka
Lecturer’s Assistant Journalistic Science of UMM in 2017-2018.

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *